Laman

Minggu, 28 Maret 2010

Gejala dan Penyebab Autisme

Gejala autisme infantil timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak gejala gangguan perkembangan ini sudah terlihat sejak lahir. Chris Williams dan Barry Wright (2007) mengemukakan beberapa simptom autistik yang mungkin sudah muncul diusia 18 bulan, seperti:
A. Tidak melakukan kontak mata.
B. Tidak merespon segera jika dipanggil nama.
C. Tampak berada “didunianya sendiri”.
D. Mengalami hambatan perkembangan bahasa.
E. Kehilangan kemampuan berbahasa.
F. Tidak menggunakan sikap tubuh.
G. Memegang tangan orang dewasa dan menaruhnya pada sesuatu yang ingin dia buka.
H. Tidak memahami sikap tubuh orang lain.
I. Tidak bermain pura-pura.
J. Lebih tertarik pada bagian-bagian permainan.
K. Menghabiskan banyak waktu untuk membariskan benda-benda.
L. Dan melakukan gerakan-gerakan tidak umum (ex. Jalan jinjit).
M. Memaksa membawa dua benda, satu disetiap tangan, seringkali dengan bentuk dan warna sama.
Mengingat di Indonesia belum ada suatu alat tes yang baku untuk mengetahui gangguan pada anak, maka untuk tujuan tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan perkembangan anak dengan indikator perkembangan yang normal. Dibawah ini disajikan tabel perkembangan motorik dan perkembangan bahasa pada anak normal.

Secara umum ada beberapa gejala autisme yang akan tampak semakin jelas saat anak telah mencapai usia 3 tahun, yaitu:
A. Gangguan dalam komunikasi verbal maupun non verbal seperti terlambat bicara, mengeluarkan kata-kata dalam bahasanya sendiri yang tidak dapat dimengerti, echolalia, sering meniru dan mengulang kata tanpa dimengerti maknanya, dan seterusnya.
B. Gangguan dalam bidang interaksi sosial, seperti menghindari kontak mata, tidak melihat jika dipanggil, menolak untuk dipeluk, lebih suka bermain sendiri, dan seterusnya.
C. Gangguan pada bidang perilaku yang terlihat dari adanya perilaku yang berlebih (excessive) dan kekurangan (deficient) seperti impulsif, hiperaktif, repetitif namun dilain waktu terkesan pandangan mata kosong, melakukan permainan yang sama dan monoton .Kadang-kadang ada kelekatan pada benda tertentu seperti gambar, karet, boneka dan lain-lain yang dibawanya kemana-mana.
D. Gangguan pada bidang perasaan atau emosi, seperti kurangnya empati, simpati, dan toleransi; kadang-kadang tertawa dan marah sendiri tanpa sebab yang nyata dan sering mengamuk tanpa kendali bila tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.
E. Gangguan dalam persepsi sensoris seperti mencium-cium dan menggigit mainan atau benda, bila mendengar suara tertentu langsung menutup telinga, tidak menyukai rabaan dan pelukan, dan sebagainya.
Gejala-gejala tersebut di atas tidak harus ada semuanya pada setiap anak autisme, tergantung dari berat-ringannya gangguan yang diderita anak.

PENYEBAB AUTISME
Sampai dengan saat ini belum ada ketentuan yang pasti tentang penyebab gangguan autism ini, ada beberapa anggapan sebagai berikut:
A. Teori Psikoanalitik (efrigerator mother). Menurut teori ini, Autism disebabkan pengasuhan ibu yang tidak hangat (Bruno Bettelheim).
B. Teori berpandangn kognitif (Theory of Mind). Menurut teori ini, Autis disebabkan ketidak mampuan membaca pikiran orang lain “mindblindness” (Baron-Ohen, Alan Leslie).
C. Autisme sebagai gejala neurologis atau gangguan Neuro-Anatomi dan Bio-Kimiawi Otak. Menurut penelitian yang ada, 43% dari penyandang autism mempunyai kelainan yang khas didalam lobus parientalisnya (menyebabkan keterbatasan perhatian terhadap lingkungan), menurut Eric Courchesne dari Department of Neurososciences, School of Medicine, University of California, SanDiego, para penyandang autisme memiliki cerebellum yang lebih kecil (bertanggung jawab terhadap proses sensori, daya ingat, berpikir, bahasa, dan perhatian).
D. Teori Biologi, Menurut teori ini, Autis disebabkan oleh Faktor genetik.
E. Teori Imunologi, Menurut teori ini, Autis disebabkan oleh infeksi virus.

SUMBER :
Ginanjar Adriana S. 2007. Disertasi. Memahami Spektrum Autistik Secara Holistik. Jakarta:Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Hadis Abdul. 2006. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung:Alfabeta.
Maulana Mirza. 2007. Anak Autis. Yogyakarta:Kata Hati.
Safira Triantoro. 2005. Autisme: Pemahaman Baru Untuk Hidup Bermakna Bagi Orang Tua, Jakarta:Garaha.
Simposium Sehari. 1997. Gangguan Perkembangan Pada Anak. Jakarta:Yayasan Autisma Indonesia
Tracy Vail dan Denise Freeman. 2006. Makalah. Verbal Behaviour Training Manual. The Mariposa School for Autistic Children, North Carolina.
Yayasan Autisma Indonesia. 1998. Pelatihan Tata Laksana Perilaku Pada Penyandang Autisme Masa Kanak. Jakarta.
Yusuf Elvi Andriani. 2007. Materi Perkuliahan Fakultas Psikologi. Autisme Masa Kanak. Sumatera

Pengertian Autisme

Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum (1982), autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penderita autisme sering disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri. Dulu anak-anak yang mengalami gangguan ini telah dideskripsikan dalam berbagai istilah seperti chilhood schizophrenia (Bleuer), sedangkan Margareth Mahler (1952) menyebutnya dengan symbiotic psychotic children dengan gejala-gejala tidak dapat mengembangkan self-object differentiation. Belakangan istilah psikosis cenderung dihilangkan dan dalam Diagnostic and Statistical Maunal of Mental Disorder edisi IV (DSM-IV) Autisme digolongkan sebagai gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental dis-orders), secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori ini ditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yang meliputi perkembangan keterampilan sosial dan bahasa, seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik.
Autisme atau autisme infantil (Early Infantile Autism) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943 seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner (untuk membedakan dengan sidrom Asperger atau autis Asperger). Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi.

SUMBER :
Ginanjar Adriana S. 2007. Disertasi. Memahami Spektrum Autistik Secara Holistik. Jakarta:Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Hadis Abdul. 2006. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung:Alfabeta.
Maulana Mirza. 2007. Anak Autis. Yogyakarta:Kata Hati.
Safira Triantoro. 2005. Autisme: Pemahaman Baru Untuk Hidup Bermakna Bagi Orang Tua, Jakarta:Garaha.
Simposium Sehari. 1997. Gangguan Perkembangan Pada Anak. Jakarta:Yayasan Autisma Indonesia
Tracy Vail dan Denise Freeman. 2006. Makalah. Verbal Behaviour Training Manual. The Mariposa School for Autistic Children, North Carolina.
Yayasan Autisma Indonesia. 1998. Pelatihan Tata Laksana Perilaku Pada Penyandang Autisme Masa Kanak. Jakarta.
Yusuf Elvi Andriani. 2007. Materi Perkuliahan Fakultas Psikologi. Autisme Masa Kanak. Sumatera

Minggu, 14 Februari 2010

Autisme Pada Anak

Autisme terjadi sejak usia masih muda, biasanya sekitar usia 2-3 tahun. Autisme bias mengenai siapa saja baik yang sosio ekonominya mapan maupun kurang, anak atau dewasa, dan semua etnis.
Autisme ditandai dengan cirri-ciri utama, antara lain:
1. tidak peduli dengan lingkungan sosialnya
2. tidak bias bereaksi normal dengan pergaulan sosialnya
3. perkembangan bicara dan bahasa tidak normal
4. reaksi terhadap lingkungan terbatas atau berulang-ulang
Gejala-gejala ini bervariasi beratnya pada setiap kasus tergantung pada umur, itelegensia, pengaruh pengobatan, dan beberapa kebiasaan pribadi lainnya.
Pada pemeriksaan status mental, ditemukan kurangnya orientasi lingkungan, rendahnya ingatan meskipun pada kejadian yang baru, dengan demikian juga perhatian terhadap lingkungan sangat kurang. Anak autisme kalau berbicara cepat-cepat tetapi tanpa arti, kadang diselingi suara yang tidak jelas maksudnya seperti suara gemeretak gigi bila si anak sedang menggigil karena demam.
Penyebab terjadinya autisme belum diketahui secara pasti, hanya diperkirakan mungkin adanya kelainan pada system saraf ( neurology ) dalam berbagai derajat berat ringannya penyakit.
Kelainan fungsi ini bias disebabkan berbagai macam trauma seperti :
• seweaktu bayi dalam kandungan, misalnya karena keadaan keracunan kehamilan ( toxemia gravidarum ), infeksi firus rubella, virus cytomegalo, dan lain-lain.
• Kejadian segera setelah lahir ( perinatal ) seperti kekurangan oksigen ( anoksia )
• Keadaan selama kehamilan sperti pembentukan otak yang kecil, misalnya vermis otak kecil yang lebih kecil ( mikrosepali ) atau terjadi pengerutan dijaringan otak ( tuber sclerosis ).
• Mungkin karena kelainan metabolisme seperti pada penyakit Addison, ( karena infeksi tuberkulosa, dimana terjadi bertambahnya pigmen tubuh dan kemunduran mental ).
• Mungkin karena kelainan chromosom seperti pada syndrome chromosoma X yang fragil.
• Mungkin factor lain.

sumber :
buku: Autisme, suatu gangguan jiwa pada anak-anak, oleh Dr. Faisal Yatim DTM&H, MPH

Minggu, 27 Desember 2009

Arti Sebuah Kejujuran

Oleh : Aryanti

Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.

Menurut pendapat saya kejujuran adalah sesuatu yang sangat berharga dan akan merasa tenang bila itu dilakukan, dengan berkata jujur akan membuat hati saya tenang dan tidak mempunyai beban. Kejujuran sangatlah mahal harganya oleh karena itu banyak sekali orang yang sangat sulit untuk jujur, bahkan tidak sedikit juga orang yang menutupi kejujuran dangan alasan demi kebaikan. Tetapi menurut saya barbohong demi kebaikan itu tidak bisa dibenarkan karena berbohong tetaplah bohong berarti kita telah mengkhianati arti sebuah kejujuran.

Memang sangatlah sulit untuk berkata jujur, termasuk saya mungkin saya bukanlah tipe orang yang sempurna, saya bukanlah tipe orang yang selalu berkata jujur karena ada kalanya saya berbohong pada saat-saat tertentu. Mungkin semua orang tahu bahwa berbohong itu adalah perbuatan yang tidak baik tetapi kenapa banyak sekali orang yang masih sering berbohong, Termasuk saya yang juga pernah berbohong walaupun tidak sering. Sampai pada saat ini saya juga belum tahu kenapa orang tidak takut berbohong. Karena saya hanya tahu satu alasan yaitu berbohong demi kebaikan dan yang saya tahu hanya untuk kebaikan diri sendiri bukan untuk kebaikan orang lain, dan menurut saya sikap itu sangatlah egois dan sangat tidak baik.

Demikian tulisan ini buat. Mohon maaf jika ada penulisan yang kurang baik dan saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca agar pada penulisan yang berikutnya saya dapat menulis yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Sumber:
www.google.com

Phobia

Oleh : Aryanti

Phobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan. Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional; yang dirasakan dan dialami oleh seseorang. Phobia merupakan suatu gangguan yang ditandai oleh ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap suatu obyek atau situasi tertentu.

Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.

Contoh-contoh kasus phobia:

 Phobia pada ketinggian, phobia semacam ini biasanya terjadi karena traumatic seseorang akan ketinggian, misalkan seseorang yang pernah terjatuh dari pohon, biasanya ia akan menjadi takut bila berada ditempat-tempat yang tinggi. Biasanya orang yang phobia pada ketinggian akan merasa pusing bila berada ditempat yang tinggi,

 Phobia pada kucing, pada sebagian orang kucing adalah binatang yang sangat cantik, seperti saya yang sangat suka pada kucing bahkan waktu kecil saya mempunyai banyak kucing, walaupun sekarang ini semua kucing saya telah mati. Tetapi tidak sedikit juga orang yang takut terhadap kucing. Saya memepunyai teman yang phobia terhadap kucing, dia sangat takut pada kucing bahkan dengan hanya melihat kucing saja dia bisa teriak-teriak ketakutan dan sering sekali membuat saya jengkel karena menurut saya ketakutannya itu sangatlah berlebihan. Setelah saya tanya kepada teman saya itu kenapa dia takut sekali kalau melihat kucing ternyata dulu dia pernah mempunyai kesan buruk dengan kucing, ternyata dulu teman saya itu pernah dicakar oleh kucing. Tetapi menurut saya alasan itu tidaklah cukup untuk membuat dia phobia terhadap kucing. Tetapi saya juga bisa memakluminya karena sesuatu itu tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.

 Phobia terkadap rokok, mungkin dikalangan masyarakat banyak sekali yang menyukai rokok, terutama dikalangan laki-laki. Tetapi tidak sedikit juga yang sangat benci terhadap rokok. Saya adalah salah satu orang yang sangat membenci rokok, walaupun saya juga tidak tahu apakah kebencian saya terhadap rokok dapat dikatakan phobia. Saya sangat benci terhadap rokok karena menurut saya rokok sangatlah menjijikan. Saya sangat benci sekali bila ada orang yang merokok di depan saya bahkan ayah saya sendiri tidak berani untuk merokok dihadapan saya, tetapi bila sedang ditempat umum mau tidak mau saya harus membiarkan orang-orang yang merokok di hadapan saya karena saya tidak mungkin untuk memarahinya. Saya juga sangat mungkin untuk berhenti makan bila ada yang merokok di dekat saya ataupun saya akan dengan cepat untuk pindah ketempat yang lebih jauh dari orang yang merokok itu, karena dengan hanya melihat rook itu saja akan membuat saya mual apalagi kalu sampai melihat abu dan bau rokok itu yang menurut saya sangat aneh dan tidak enak.

Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sbb:

1. Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.

2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Desentisisasi Sistematis: Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.

4. Abreaksi: Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

Sumber:
www.google.com

Fenomena Bunuh Diri di Mall




Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini mengundang sebuah pertanyaan. Tercatat ada lima kasus bunuh diri dalam sepekan dan tiga diantaranya dillakukan dengan cara melompat dari lantai atas pusat perbelanjaan.

Modus bunuh diri dengan cara melompat dari lantai atas pusat perbelanjaan ini seperti menjadi tren. Mengapa korban begitu nekad mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari ketinnggian. Menurut psikologi klinis dari fakultas psikologi Universitas Indonesia, Dra Yati Utoyo Lubis MA. PhD fenomena bunuh diri di mall adalah bukti bahwa para korban ingin mencari pilihan yang mudah dan cepat dalam melepaskan nyawa.

Gedung bertingkat atau lantai atas pusat perbelanjaan menjadi pilihan ideal bagi para korban karena di tempat-tempat seperti ini mereka yakin bahwa upaya bunuh diri akan berhasil.

"Mereka yang ingin melakukan bunuh diri akan mencari cara yang paling gampang. Memotong pembuluh darah mungkin akan terasa sakit dan belum tentu akan selesai. Mungkin yang paling gampang adalah melompat dari ketinggian. Mereka mencari tempat yang pasti akan berhasil, jaadi dicarilah gedung-gedung bertingkat. “ ujar Yati “.
Menyoal apakah kasus bunuh diri beruntun ini karena para pelaku terilhami oleh kasus sebelumnya, Yati tidak dapat memastikannya. Akan tetapi Yati mengakui bahwa fenomena bunuh diri juga dapat dipicu oleh suicide contagion atau bunuh diri yang menular.

"Pernah ada sebuah penelitian di Amerika Serikat bahwa di kalangan remaja terjadi suicide contaigion. Mereka melakukan bunuh diri hanya untuk mencoba-coba dan membuktikan dirinya hebat, “ ujar Yati “.
Fenomena bunuh diri yang menular dapat pula dipicu oleh pemberitaan media yang tidak proporsional. Media yang memuat foto korban secara lengkap atau yang mengungkap secara detail teknik korban melakukannya. Hal ini akan memunculkan preokupasi (pikiran berulang) bunuh diri, dan tidak menutup kemungkinan akan memberi ilham metode pelaksanaan bunuh diri.

COMMENT :
Menurut saya orang yang bunuh diri itu tidak bisa disalahkan sepenuhnya, tapi coba lihat orang-orang di sekitarnya seperti orang tua, adik, kakak, atau teman-teman dekat mereka. Karna saya pernah dengar seorang psikolog bilang bahwa faktor terbesar seseorang melakukan bunuh diri adalah dari faktor keluarga atau orang terdekat. Mungkin pelaku selama bertahun-tahun memendam rasa yang tidak sesuai dengan keinginannya dan sudah tidak tahu lagi akan berbuat apa dan juga tidak ada teman yang dapat dijadikan tempat untuk berbagi, maka mereka secara sadar melakukan perbuatan yang mereka anggap dapat menyelesaikan semua beban masalah yaitu “BUNUH DIRI”.

Sekarang ini yang jadi permasalahan, kenapa mereka memilih tempat keramaian untuk melakukannya? Yupz….Mungkin salah satu faktor pemicu perbuatan mereka adalah tidak adanya atau kurangnya perhatian, support, dan nilai untuk mereka sehingga mereka berfikir dengan cara seperti itu. Mereka akan mendapat perhatian dari orang sekeliling mereka. Jadi, mulai sekarang coba deh jaga kekeluargaan maupun pertemanan kita karena belum tentu orang orang yang kita anggap kita kenal dan kita perhatikan merasa sudah cukup dapat perhatian, karena imbang perasaan ketertarikan dan kepuasan seseorang itu beda-beda dan cobalah untuk mengenal diri sendiri, apakah ada yang salah atau jika masalah yang tidak terselesaikan coba deh buka diri kalian untuk berbagi keluh kesah baik dengan keluarga atau sahabat karena tidak menutup kemungkinan diantara keluarga, teman, maupun kalian sendiri berpotensi untuk melakukan hal “tersebut” we don’t know it…………..

Sumber:
Kompas.com

Minggu, 20 Desember 2009

Kelebihan dan Kelemahan Facebook dan Twitter

Pada tahun ini facebook sering sekali digunakan oleh orang-orang baik anak-anak maupun orang dewasa. Dengan adanya facebook kit adapt berhubungan dengan siapa saja secara mudah dan kita juga dapat menemukan teman-teman lama yang suda lama tidak bertemu melalui jaringan facebook. Banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan facebook, diantarnya seperti yang saya sebutkan diatas kita dapat nertemu dengan teman lama, bias berhubungan dengan orang lain yang tinggal diluar kota atau diluar negeri, dapat juga digunakan untuk jaringan bisnis bagi para pengusaha dan masih banyak yang lainnya.
Selain facebook sekarang ini juga terdapat twitter. Fungsi twitter sama saja dengan facebook. Twitter juga memiliki banyak kelebihan seperti facebook. Saya sebagai pengguna facebook dan twitter juga sangat di untugkan karena kelebihan-kelebihannya. Maka dari itu sudah aseharusnya kita dapat menggunakan facebook dan twitter dengan sewajarnya dan jangan digunakan untuk hal yang tidak-tidak, seperti menjelek-jelekan orang lain atau suatu organusasi karena akan merugikan diri kita sendiri
Facebook dan twitter bukan saja memiliki banyak kelebihan tetapi juga dapat menimbulkan masalah. Sebagai contoh yang sekarang ini marak di bicarakan di Indonesia adalah kasus Prita. Priata yang menuliskan kekecewaanya pada Rumah sakit Omni Internasional sekarang mendapatkan masalah karena tulisannya itu. Rumah sakit itu menuntut Prita telah mencemarkan nama baik dari Rumah sakit itu. Akan tetapi Prita sangat mendapatkan banyak sekali dukungan dari masyarakat karena menurut masyarakat Prita hanya ingin mengeluarkan pendapatnya saja. Kalau menurut pendapat saya tindakan Prita memnag tidak bisa dibenarkan karena kita tidak boleh menulis semau kita pada jaringan umum seperti facebook yang dapat dilihat oleh semua orang karena atas tindakannyan itu dia akan melukai beberapa pihak . tetapi tindakan Rumah Sakit Omni yang menuntut berlebihan juga sangat mengecewakan banyak orang. Seharusnya kedua belah pihak dapat menintrospeksi dirinya masing-masing. Prita seharusnya menyadari bahwa tindakannya tidak baik dan Rumah Sakit Omni Internasional sebaiknya menyadari dengan adanya kasus Prita ini berarti adda kekurangan pada Rumah sakit itu yasng harus di perbaiki kualiatas dari rumah sakit tersebut. Selain itu yang masih hangat adalah kasus Luna maya dengan Infotainment. Luna maya menulis di twitternya tentang kekesalannya pada infotainment. Disini saya tidak setuju dengan sikap Luna maya karena sebagai public figure yang banyak di idolakan seharusnya Luna maya tidak menulis hal yang sekasar itu di twitternya. Menurut saya seharusnya Luna maya harus dengan besar hati meminta maaf kepada infotainbment agar masalah ini tidak bertambah panjang
Demikian pendapat saya mengenai facebook dan twitter. Dengan tulisan ini saya meminta maaf jika tulisan ini kuarang bagus dan masih banyak sekali kekurangan, oleh karena itu saya harap kritik dan saran yang membangun dari siapa saja yang membacanya. Tulisan ini juga tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun dan maaf atas semua kekurangan yang ada